Waspada Gejala OSAS Pada Anak Yang Mendengkur Keras Saat Tidur

Posted by
Ilustrasi

Ilustrasi

CYBERSULUTdaily.COM – Anak yang terdengar mendengkur saat tidur mungkin dianggap lucu. Namun jika dengkurannya sering terjadi atau terlalu keras, maka bisa jadi itu adalah gejala masalah kesehatan yang lebih serius, seperti Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS).

OSAS adalah suatu sindrom obstruksi total atau sebagian jalan napas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna dengan dampak klinis yang bervariasi. Gejala OSAS pada anak berbeda dengan dewasa, yakni kesulitan bernapas saat tidur, mendengkur, hiperaktif, mengantuk pada siang hari dan kadang-kadang mengompol.

Sayangnya, studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Laryngology & Otology menunjukkan bahwa ketika anak mendengkur saat tidur, orang tua justru tak menganggapnya sebagai masalah dan enggan memeriksakan kondisi anaknya ke dokter.

“Anak-anak yang selalu mendengkur biasanya mengalami penurunan kualitas hidup. Secara khusus, ini berlaku untuk anak-anak yang memiliki sleep apnea. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua tidak mencari tahu penyebab dengkuran pada anak, padahal ini penting untuk diketahui,” tutur pemimpin studi ini, Dr Gunnhildur Gudnadottir, dari University of Gothenburg, seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (1/3/2016).

Menurut Gudnadottir, penelitian sebelumnya di tahun 2012 menyebutkan bahwa masalah terkait tidur banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, namun diagnosis seperti OSAS dan gangguan tidur lainnya masih sering tidak terdiagnosis dan terobati.

Padahal selain berkurangnya waktu tidur, apnea pada anak-anak juga memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti sulit bernapas dan masalah perilaku. Tak sedikit anak yang kemudian trauma dan stres. Pada akhirnya, kondisi ini akan memengaruhi kehidupan sosial anak.

Sebagian besar kasus OSAS sebenarnya bisa diobati, misalnya dengan operasi untuk mengangkat amandel (salah satu penyebab umumnya), penurunan berat badan (obesitas sering memperburuk sleep apnea), atau dengan obat-obatan. Namun tanpa dukungan dan kesadaran dari orang tua, pengobatan untuk anak seperti ini seringkali terlewatkan.(dth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*