Walikota Bandung Tak Ijinkan Istrinya Maju di Pilwako 2018

Posted by
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak ijinkan istrinya Atalia Praratya maju di Pilwako Bandung 2018. (Foto : Istimewa)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak ijinkan istrinya Atalia Praratya maju di Pilwako Bandung 2018. (Foto : Istimewa)

CYBERSULUTdaily.COM – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) tidak mengizinkan istrinya Atalia Praratya untuk maju meneruskan kursi kepemimpinannya dalam pertarungan Pemilihan Wali Kota Bandung 2018. Menurut Emil, sudah ada kesepakatan istri harus di belakang suami.

“Tidak saya izinkan. Kami sudah setia berdua yang namanya istri akan ikut di belakang suami mendampingi kemanapun saya pergi,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (19/4).

Dia menuturkan, terlepas dari jabatannya sebagai Wali Kota Bandung, dirinya selalu dihinggapi permasalahan kota yang mesti diselesaikan. Sehingga, dia memerlukan seseorang yang selalu setia mendengar segala keluh-kesahnya.

“Terus saya harus curhat kemana kalau saya stres? Karena hidup tidak semata hanya untuk mengejar kepuasan pribadi. Buat apa menikah kalau berpisah-pisah mah,” kata dia.

Nama Atalia sendiri masuk dalam tiga besar kandidat calon Wali Kota Bandung periode 2018 berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indonesia Strategic Institute (Instrat).

Selain istri Ridwan Kamil itu, nama lainnya yang masuk dalam bursa calon wali kota yakni Oded M Danial yang merupakan wakil wali kota saat ini, serta presenter kawakan Muhammad Farhan.

Emil menuturkan, banyak masyarakat Kota Bandung yang memiliki potensi untuk memimpin Bandung. Bahkan hal itu dirasakannya sendiri saat Pilwalkot 2013 lalu, berangkat dari seorang arsitek yang belum terlalu dikenal publik, lalu kini berubah menjadi orang nomor satu.

Ia berharap, ke depan akan ada sosok lainnya yang mampu meneruskan segala program yang telah dibuatnya.

“Orang Bandung itu parinter (pintar) mencari pemimpin-pemimpin. Saya datang dari mana, dari yang tidak diketahui kan? Makanya dari tahun 2013 pemimpin itu dari birokrasi dan rengrengan (jajaran) incumbent, kan engga tiba-tiba saya diseret dari lingkungan dosen. Ini masalah takdir belum menemukan,” kata dia.

 

 

 
(Sumber : merdeka.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*