Sulut Diminta Waspada & Antisipasi Kehadiran Pabrik Diduga Produksi Pil PCC

Posted by

Sjenny Kalangi

CSD – Terkait terbongkarnya sejumlah pabrik produksi Pil Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) di beberapa lokasi yang ada di Indonesia, Pemerintah provinsi Sulut melalui instansi terkait beserta jajaran kepolisian, dihimbau untuk mewaspadai dan menyelidiki kehadiran pabrik serupa berdiri di Sulut.

“Perlu ada pengawasan terhadap pabrik-pabrik yang ada di Sulut, jangan sampai pabrik yang produksi obat-obatan tersebut sudah berproduksi di Sulut,” ujar srikandi Komisi I DPRD Sulut, Sjenny Kalangi kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Lanjut dikatakan Sjenny, pihak kepolisian dan BNN Sulut harus lebih insentif melakukan razia, sehingga peredaran jenis pil tersebut tidak meluas dan masuk di Sulut.

“Harus aktif gelar razia, jangan sampai sudah ada di Sulut dan merusak generasi muda kita,” ujar Sjenny.

“Peran orang tua juga dalam mengawasi pergaulan putra-putri mereka sangat penting,” pungkas Legislator dapil Bolmong Raya ini.

Terbongkarnya pabrik produksi pil PCC di beberapa kota yang ada di Indonesia ini, bermula dari kasus penyalahgunaan obat di Kendari, Sulawesi Tenggara pada September lalu. Saat itu, muncul keanehan terhadap bocah usia SD yang mengalami gejala aneh usai mengonsumsi obat terlarang. Bahkan, peristiwa tersebut mengakibatkan salah seorang korban tewas.

“Ungkap kasus ini, dimulai dari penelusuran fenomena aneh yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dari sanalah, kita telusuri hingga berhasil membongkar jaringan ini,” terang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, Senin (4/12).

 

Penulis : Beriel.L

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*