Sosok Minoritas Pimpin Partai Demokrasi Kanada

Posted by

Jagmeet Singh merayakan kemenangannya sebagai pemimpin Partai Demokrasi Baru Kanada.(CHRIS YOUNG/THE CANADIAN PRESS)

CYBERSULUTDAILY.COM – Jagmeet Singh mengukir sejarah awal pekan ini setelah terpilih menjadi pemimpin Partai Demokrasi Baru di Kanada.

Singh menjadi sosok minoritas pertama atau politisi tidak berkulit putih yang diberi mandat memimpin partai politik di negeri itu.

Partai Demokrasi Baru adalah partai oposisi yang menjadi partai ketiga terbesar di parlemen Kanada.

Media mengeluk-elukan terpilihnya Singh yang dinilai menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia politik Kanada.

Lalu siapakah Singh sebenarnya?

Seperti dilaporkan sejumlah media, seperti CBC dan the Guardian, sosok Singh menjadi perhatian karena penampilannya yang tidak biasa. Apalagi, bagi seorang politisi yang sedang naik daun.

Politisi kharismatik itu adalah sosok berturban pertama yang duduk di parlemen negara bagian Ontario.

Hal lain yang semakin menyita perhatian adalah Singh sering memakai turban dengan segala macam warna.

Bahkan dia sering mengenakan turban berwarna terang seperti kuning muda, biru muda, hingga pink sekalipun.

Dia dinobatkan oleh Majalah GQ dan sejumlah majalah lain sebagai politisi dengan selera berbusana terbaik.

Wanita-wanita juga tergila-gila dengannya karena meski usianya sudah 38 tahun, rupanya Singh masih seorang lajang.

Singh mengatakan, pilihan turban itu untuk menghilangkan stereotype negatif mengenai pemakai turban, lengkap dengan jenggot panjang.

Selain itu, warna yang beranekaragam itu merupakan simbol dari ideologi politiknya yang terbuka dan toleran.

Awal bulan ini, Singh menuai pujian publik saat sebuah video memperlihatkan bagaimana dia dengan tenang menghadapi seorang wanita yang menuduhnya sebagai ekstrimis Muslim.

Singh dituduh mau menerapkan hukum Shariah di Kanada. Video itu pun beredar di jejaring internet dan menjadi viral di Kanada.

Menanggapi tuduhan itu, Singh hanya berkata, “kita semua percaya akan kekuatan kasih.”

Dia tak memilih untuk langsung mengatakan bahwa dia bukanlah Muslim melainkan Sikh.

Singh menjelaskan, tidak ada gunanya membela diri dengan membantah, karena itu berarti mengiyakan bahwa kebencian wanita itu wajar jika dia seorang Muslim.

Masa Kecil yang Sulit

Lahir di Scarborough, Ontario, Singh berasal dari keluarga imigran yang berimigrasi dari negara bagian Punjab, India.

Latar belakang pendidikan Singh juga beranekaragam. Dia memiliki dua gelar sarjana, yaitu biologi dari Universitas Western Ontario dan hukum kriminal dari Universitas York.

Masa kecilnya tidaklah mudah, karena kendala finansial keluarga.

Ketika baru beranjak 20 tahun, dia menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga karena ayahnya sakit, dan tidak dapat lagi menghidupi dia dan adiknya.

Selain itu, gara-gara penampilan “mencurigakannya” yang berturban serta berjenggot, dia pernah ditahan polisi hingga 11 kali tanpa alasan yang jelas.

Singh yang fasih berbahasa Punjabi dan Perancis ini menghabiskan awal karirnya sebagai pengacara hukum kriminal sebelum terjun ke politik.

Karir politik Singh melesat dengan cepat. Dia sesungguhnya baru menggeluti politik dalam enam tahun terakhir.

Dalam waktu enam tahun itu, dia sudah menjadi pemimpin partai politik besar Kanada.

Hal lain yang mengagumkan, Singh bahkan bukan anggota parlemen nasional Kanada.

Singh kecil yang sering dihina dan mengalami bullying diketahui menguasai ilmu bela diri jiu-jitsu dan gulat.

Kini, tidak sedikit yang melihat sosok Singh sebagai sosok masa depan Perdana Menteri Kanada.

Pemilihan parlemen Kanada akan digelar dalam 2 tahun lagi. Singh akan memimpin partainya bersaing dengan PM kharismatik Kanada Justin Trudeau.

 

 

 

 

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*