Situs Sejarah Veldbox Hancur Akibat Pengerukan, Disparbud Kecam BLH Manado

Posted by

 

Salah satu Veldbox Kolonial di Manado. (c) rafansdetik.blogdetik.com

Salah satu Veldbox Kolonial di Manado. (c) rafansdetik.blogdetik.com

Manado, CYBERSULUTdaily.COM – Aktifitas pengerukan bukit Pinaesaan Kelurahan Komo Luar yang dilakukan beberapa bulan lalu, menyebabkan Situs Sejarah Veldbox yang terletak di lokasi tersebut hancur.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado yang bertanggung-jawab menjaga dan melindungi pun mengecam pengrusakan tersebut.

“Pengrusakan situs sejarah Veldbox tersebut jelas pelanggaran Undang-Undang (UU) dan itu ada sanksi. Kita akan mengacu pada UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, disitu sangat jelas apa sanksi yang akan diterima oleh perusak situs budaya,” kecam Kepala Disparbud, Hendrik Warokka.

Lanjut dikatakan Warokka, sesuai surat yang dikeluarkan Walikota Manado, Vicky Lumentut aktifitas pengerukkan itu akan ditinjau lagi.

“Ini artinya kegiatan itu belum ada izin, sehingga tidak ada pengerukan,” ungkapnya.

Agak berbeda dengan keterangan mantan Kepala BLH Manado Joshua Pangkerego yang saat ini menjabat sebagai Assisten I kota Manado. Ketika dikonfirmasi sebelumnya tentang hal ini, Pangkerego mengakui bahwa galian serta pengerukkan bukit Pinaesaan itu benar memang telah ada izin lingkungan yang dikeluarkan tahun 2011 lalu.

“Saya menjabat kepala BLH Manado waktu itu. Tapi kalau aktifitas pengerukkan tanah baru berjalan saat ini tentunya izin yang diterbitkan 2011 sudah kadaluarsa,” kelit Asissten I Manado ini.

Tentang keberadaan situs sejarah Veldbox di bukit Pinaesaan, Pangkerego menyatakan tidak tahu. “Kalau soal situs bersejarah ada di bukit itu, saya tidak tahu, kami juga tidak mendapatkan informasi soal keberadaan situs tersebut,” kata Pangkerego.

Meskipun demikian, Pangkerego mengakui sebelum dikeluarkan izin lingkungan pengerukan bukit, sempat melakukan survey.

“Kami turun survey, tapi tidak ada informasi dari instansi terkait soal situs sejarah, diperlihara atau ditandai.” ujarnya.

Pangkerego pun menilai, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado tidak ada data soal situs budaya dan sejarah di wilayah Manado.

“Paling tidak harus ada data situs dan budaya di Manado serta diberikan tanda termasuk harus dipelihara agar diketahui warga. Ini menjadi koreksi dan pembelejaran bagi Disparbud,” tandas Pangkerego.

Ditempat terpisah, Mantan Kadisparbud Manado Peter Assa menepis anggapn Pangkerego yang menyebut Disparbud tidak memiliki data.

“Situs budaya yang ada di Manado sedikitnya ada 50 lebih sudah masuk dalam data. Dan lagi data situs budaya dan sejarah tersebut sebelumnya diumumkan dalam rapat lintas SKPD. Harusnya ketika berikan izin lingkungan harus survey karena mekanisme izin apapun ada verifikasi lapangan itu berkoordinasi dengan instasi teknis. BLH Manado sebenarnya ikut bertanggungjawab terkait dengan situs dan sejarah yang ada bukan hanya pikirkan lingkungan hidup,” ungkap Assa.

Beberapa waktu lalu, Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan juga sempat mempertanyakan, apakah situs bersejarah yang ada di setiap pelosok Kota Manado telah didata untuk dimasukan dalam anggaran pemeliharaan. Pasalnya, jika tidak tentunya nasib situs-situs sejarah akan sama dengan situs sejarah Veldbox bukit Pinaesaan.

Wakil Walikota Manado saat meninjau lokasi pengerukan beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Wakil Walikota Manado saat meninjau lokasi pengerukan beberapa waktu lalu. (Istimewa)

”Saya tidak habis pikir, kenapa sampai situs sejarah ini ikut dihancurkan. Bukit Pinaesaan juga kenapa sampai ada izin pengerukkan yang keluar. Akan kondisi ini saya akan mintai klarifikasi dari SKPD terkait di Pemkot Manado,” terang Wawali disela-sela peninjauan.

Mangindaan pun meminta agar para intansi terkait untuk tegas ketika ada kegiatan yang tidak berpihak pada lingkungan, apalagi hingga merusak situs bersejarah.

“Jangan sampai sudah hancur tanpa bentuk seperti ini baru terkesan ada tindakan. Tindak tegas bagi perusak situs bersejarah serta aktifitas yang tidak berpihak pada lingkungan,” tegas Mangindaan.

Sekedar informasi, dikutip dari rafansdetik.blogdetik.com Veldbox artinya, salah satu wujud bagunan beton yang berbentuk silinder yang dilengkapi dengan satu pintu dan tiga jendela. Bangunan ini merupakan salah satu bentuk bangunan pertahanan sebagai pendukung strategi militer yang digunakan pada masa perang.

Pembangunan veldbox di Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara Indonesia, diperkirakan dibangun pada masa kolonial Belanda yang di fungsikan sebagai tempat untuk mengintai keberadaan musuh yang akan memasuki teritorial pertahanan.

Ada sebanyak 25 veldbox yang dibangun pihak kolonial Belanda di Kota Manado, yakni masing-masing :

2 veldbox hampir berdekatan berada di atas Bukit Wenang (Hotel Peninsula) Kelurahan Pinaesaan.
1 veldbox berada di pinggir sungai tepatnya pada pertemuan dari percabangan sungai Tondano dan sungai Sawangan Kelurahan Komo Luar.
2 veldbox berada di Kelurahan Dendengan Luar.
1 veldbox berada di Lorong Pinaesaan Kelurahan Tikala Kumaraka Lingkungan I.
1 veldbox berada di pemukiman penduduk Kelurahan Mahakeret Timur Lingkungan 1.
2 veldbox berada di Kelurahan Bumi Beringin.
3 veldbox berada di belakang rumah penduduk Kelurahan Wenang Selatan Lingkungan III.
1 veldbox berada di pinggir jalan Toar Kelurahan Mahakeret Barat.
1 veldbox diatas tebing dengan arah pandangan menuju Teluk Manado di Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan V.
2 veldbox berada pada posisi stategis, yakni diatas bukit kecil di pinggir sungai Sario dan pojok halaman Gereja Sion Perak Sorong Kelurahan Pakowa.
2 veldbox berada di Kelurahan Teling Atas Lingkungan VII dan IX yakni di lingkungan pemukiman TNI Sapta Marga X dan kompleks perumahan dokter Rumah Sakit Angkatan Darat.
1 veldbox berada di perbukitan Kelurahan Tanjung Batu.
4 veldbox berada di Kelurahan Kleak.
1 veldbox berada di pinggir sungai Sario Kelurahan Titiwungen Selatan Lingkungan 1.
1 veldbox berada di pinggir pantai Teluk Manado Kelurahan Bitung Karang Ria.

(csd/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*