PSI Kecam Aksi Intimidasi FPI Terhadap Majalah Tempo

Posted by

(Kiri ke kanan) Alvin Kennedy (Ketua DPW PSI Sumatera Selatan), I Nengah Yasa Adi Susanto (Ketua DPW PSI Bali), Raja Juli Antoni (Sekjen DPP PSI), Grace Natalie (Ketua Umum DPP PSI), Danik Eka Rahmaningtiyas (Wasekjen DPP PSI), Melky Pangemanan (Ketua DPW PSI Sulawesi Utara), Beni Aripin (Ketua DPW PSI Lampung), Tsamara Amany (Ketua DPP PSI), Satia Chandra Wiguna (Wasekjen DPP PSI), Sumardi (Ketua DPP PSI) dan Michael Sianipar (Ketua DPW PSI DKI Jakarta).

CSD – Tindak intimidasi Front Pembela Islam (FPI) terhadap Majalah Tempo, Jumat (16/3/2018) dikecam Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dalam siaran pers yang diterima media, Minggu (18/3/2018) aksi intimidasi yang dilakukan FPI tidak dapat dibenarkan dan membahayakan Indonesia. Meskipun merasa ketersinggungan dan kemarahan, FPI harus tetap dalam koridor hukum dan tidak mengancam Hak Asasi Manusia (HAM) karena organisasi apapun di Indonesia tidak berhak mengambil alih hukum ke tangan mereka sendiri.

PSI mengingatkan FPI tentang UU Ormas Tahun 2013 dimana pada pasal 59, Ormas dilarang melakukan tindakan kekerasan dan mengganggu ketertiban umum hingga merusak fasilitas umum maupun sosial serta melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum.

PSI menilai, Majalah Tempo adalah salah satu media di Indonesia yang diakui integritasnya dan selama berpuluh tahun berada di baris terdepan menjadi sarana kontrol sosial yang kritis terhadap semua pihak di Indonesia. Ancaman terhadap Tempo adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak warga negara untuk mengungkapkan pendapat yang dijamin oleh UUD 1945. Upaya untuk membungkam Tempo adalah upaya untuk membungkam hak konstitusional warga negara Indonesia.

Oleh karena itu PSI meminta pemerintah dan aparat penegakan hukum bertindak tegas terhadap FPI atau organisasi manapun yang melakukan aksi intimidasi terhadap media massa dan warga Indonesia, serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menolak aksi intimidasi yang dilakukan di luar koridor hukum terhadap hak kebebasan berpendapat.

Diketahui, massa FPI mendatangi kantor redaksi Majalah Tempo di kawasan Palmerah Barat, dan diterima oleh Pemimpin Redaksi Arif Zulkifli. FPI tersinggung dengan kartun yang menggambarkan seorang bersorban yang mengabarkan tak jadi pulang kepada seorang perempuan yang menjadi lawan bicaranya.

FPI menuduh kartun itu melecehkan umat Islam karena menafsirkan orang berjubah tersebut adalah Rizieq Syihab, pemimpin FPI yang kini bermukim di Arab Saudi.

 

 

Editor    : Christy Lompoliuw

Sumber : Siaran Pers DPP PSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*