Pemerintah Diminta Kirim Tim Dokter Kepresidenan Untuk Rawat Habibie di Jerman

Posted by

Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. (Istimewa)

CSD – Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie mengalami kebocoran di bagian klep jantung. Sudah tiga hari dia dirawat di rumah sakit Klinik Starnberg, Jerman. Tim dokter telah melakukan pemasangan Kateter dari mulut pada 2 Maret lalu.

Sekretaris pribadi Habibie, Rubijanto mengatakan, Habibie berharap pada pelaksanaan tindakan operasi jantung nantinya dapat dihadiri atau disaksikan paling tidak dua dokter Tim Dokter Kepresidenan spesialis ahli jantung dan satu personel Paspampres.

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy berharap pemerintah segera memenuhi permintaan tersebut untuk mensupervisi kemungkinan operasi yang akan dilakukan Habibie. Menurutnya, jangan sampai Indonesia dianggap cuek terhadap Habibie.

“Sehubungan kondisi Pak Habibie, saya berharap pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan sebagai bagian dari prosedur dan penghargaan kita kepada putra bangsa yang pernah memimpin kita yang tengah dirawat di negara lain,” pinta Rommy panggilan akrabnya, di Jakarta, Minggu (4/3).

Ia juga berharap tim dokter kepresidenan yang dikirim terdiri atas seluruh spesialis yang dibutuhkan untuk merawat Habibie.
“Saya mengajak kita semua mendoakan kesembuhan Pak Habibie. Bagi umat Islam, mari bersama-sama mengirimkan bacaan surat Al-Fatihah untuk kesembuhan beliau,” tuturnya.

Seperti diketahui, sudah empat hari Habibie dirawat di Klinik Starnberg, Munchen, Jerman. Pemerintah Jerman melalui Kantor Kanselir Angela Merkel menawarkan bantuan untuk kesembuhan Habibie.

“Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang bisa dibantu,” ujar Rubijanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu malam.

Rubijanto mengulas, dia telah melakukan sambungan telepon langsung dengan BJ Habibie, Kamis (1/3). Menurutnya, saat itu BJ Habibie dengan suara parau menjelaskan bahwa dia merasakan sesak bernapas pada Selasa 27 Februari 2018.

Kala itu, kata Rubijanto, rekan-rekan Habibie langsung membawa suami dari almarhumah Hasri Ainun Besari itu ke Klinik Starnberg di Muenchen, Jerman. Tim dokter langsung memeriksa Habibie.

“Diketahui bahwa klep jantung termonitor ada kebocoran layaknya yang dialami almarhumah ibu Ainun Habibie,” jelas Rubijanto.

Akibat dari kebocoran klep jantung ini terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter sehingga terasa sulit atau sesak bernapas. Selain itu tensi Habibie meningkat sampai 180.

Dokter di Muenchen memberikan dua opsi bagi Habibie, yakni segera menjalani operasi jantung atau menempuh pengobatan/tindakan dengan cara yang lebih canggih.

 

 

Sumber : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*