Mengenal Sisi Gelap Jantung Kota Amsterdam

Posted by
Red Light District. ©2014 Merdeka.com/Wisnoe Moerti

Red Light District. ©2014 Merdeka.com/Wisnoe Moerti

 

CYBERSULUTdaily.COM – Selain dikenal sebagai kota sejuta sepeda, ada julukan lain yang terlanjur melekat pada Kota Amsterdam. Kota ini tersohor sebagai salah satu kota paling maksiat di dunia. Tidak hanya di Belanda, tapi juga di benua biru, Eropa. Ada sisi gelap dari kota ini yang justru menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang dan menginjakkan kaki di Belanda.

Lingkaran maksiat di jantung Amsterdam bisa ditemui hanya dengan 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Central Amsterdam. Tak salah jika menyebut lingkaran maksiat mengingat kawasan di pusat Kota Amsterdam ini menjadi daerah bebas mengonsumsi ganja, sekaligus pusat prostitusi yang dilegalkan pemerintah Kerajaan Belanda.

“Maka ada yang bilang, belum ke Belanda kalau belum singgah ke kawasan ini,” ujar Burhan kepada merdeka.com, akhir pekan lalu.

Warga negara Belanda keturunan Indonesia ini lahir dan dibesarkan di negeri kincir angin, sehingga dia paham betul seluk beluk sisi gelap dan lingkaran maksiat di Amsterdam. Tak sulit menemukan kawasan bebas konsumsi ganja. Berjalan di pusat Kota Amsterdam, sepanjang mata memandang terpampang puluhan bahkan ratusan tempat menjual ganja. Gambar daun ganja dengan kekhasan warna hijau mempermudah untuk mengenali toko penjual ganja.

Aroma ganja disuguhkan tanpa diminta. Dengan santai, tanpa rasa khawatir, warga mengonsumsi ganja di pinggir jalan atau di dalam toko. Di sini, ganja dijual tidak hanya dalam bentuk seperti rokok, tapi dengan berbagai bentuk. Semisal, permen ganja, kue ganja, hingga makanan dan minuman kaleng rasa ganja.

Semua disuguhkan sesuai keinginan konsumen. Dengan begitu, ganja bisa dikonsumsi tanpa dihisap layaknya merokok. Untuk makanan, salah satunya adalah pasta dengan bahan campuran ganja. Rata-rata dibanderol di atas 5 Euro. Kue kering atau permen bercampur ganja juga dijual bebas di toko-toko sepanjang jalan.

“Satu pack kue kering 1 Euro. Kalau Anda membeli 2 pack, ada potongan harga. Jadi hanya 2 Euro saja,” ujar pria penjaga toko.

Tidak hanya menjual ganja, toko-toko di kawasan ini juga menjual aneka macam souvenir berlambang ganja atau identik dengan tanaman cannabis sativa itu. Mulai dari korek api, tempat penyimpanan ganja, hingga alat penghisap. Semua dijual secara bebas tanpa ada larangan.

Masih di pusat kota sejuta sepeda, tak jauh dari situ suasana ‘panas’ makin terasa ketika memasuki kawasan prostitusi yang menjadi magnet banyak orang. Tidak hanya penduduk lokal, tapi juga wisatawan yang penasaran dengan keunikannya. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Red Light District atau pusat industri seks negeri kincir angin.

Tak dipungkiri, seks bebas menjadi bagian dari jantung Kota Amsterdam. Bendera belanda dengan warna Merah-Putih-Biru tampak bersanding dengan bendera hitam bertuliskan XXX di ujung sebuah bangunan klasik. Bagi orang awam, logo tersebut selintas mengisyaratkan liberalnya Belanda soal kehidupan seks.

Nah, tempat maksiat di Amsterdam juga sangat mudah ditemukan sekaligus dikenali. Warga lokal pun sudah paham jika banyak orang ingin singgah ke Red Light District. Itu tergambar ketika merdeka.com mencoba menanyakan keberadaan Red Light District. Pria penjaga sebuah restoran tersenyum sambil menggoda. “Kenapa? Mau ke sana?” katanya sambil tertawa. Seketika dia langsung menunjukkan sebuah jalan yang terpisahkan sungai, di situlah pusat prostitusi dan jadi kawasan maksiat Kota Amsterdam.

Denyut aktivitas Red Light District tersebut seolah memang sudah tak mengenal aturan hukum. Norma kesusilaan pun tak berlaku lagi di sini. Padahal, letak kawasan prostitusi ini persis di belakang sebuah gereja. Tidak hanya deretan perempuan menjajakan diri di balik kaca sebuah rumah prostitusi, tapi tersedia pula deretan toko menjual alat seks (sex toys) komplet beserta beragam video porno.

Seks bukan hal tabu lagi di sini. Pengunjung bebas ‘menikmati’ kemolekan tubuh pelacur rambut pirang atau sekadar membeli pernak-pernik berbau seks. Semisal gantungan kunci bergambar porno, korek api atau pembuka botol berbentuk penis, gelas dengan bentuk lekukan tubuh wanita, dan lainnya. Warna merah dan hitam mendominasi.

Selamat datang di lingkaran maksiat Amsterdam! (mc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*