Kisah Dibalik Nama Manado

Posted by
Foto : (c) Tabeatamang

Foto : (c) Tabeatamang

 

CYBERSULUTdaily.COM – Manado adalah nama sebuah pulau di dekat pulau Bunaken yang hanya sebagian kecil orang tahu. Hal ini terjadi karena pada masa purba, dokumen-dokumen tertulis tentang Manado belum begitu diperhatikan. Saat itu bagi masyarakat lokal, cerita tentang Manado hanya secara lisan dari mulut ke mulut. Lain halnya yang dilakukan oleh bangsa Eropa khususnya Portugis, Spanyol dan Belanda, mereka dokumentasikan nama Manado dengan baik.

Nama Manado berasal dari bahasa lokal sub etnis di Sulawesi Utara. Sebelum bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda menginjakkan kaki di bumi Sulawesi Utara, nama Manado belum begitu dikenal. Saat itu yang populer adalah Wenang, yang merupakan bagian dari wilayah Minahasa; namun bangsa Eropa memiliki ketertarikan sendiri tentang Manado. Lidah bangsa Eropa membuat penyebutan nama Manado memiliki banyak variasi; orang Portugis menyebutnya Moradores; orang spanyol menyebutnya Manados; orang Belanda (Nicolaas Graafland) menyebutnya Manadorezen; dan orang Eropa lainnya ada yang menyebut Manadu.

Simao d’Abreu dan Antonio Galvao menyebut Manado dengan nama Manada. Variasi penyebutan nama Manado yang berbeda tersebut kemungkinan terjadi karena kesalahan pencatatan dan penyalinan, atau mungkin karena pengaruh pendengaran orang Eropa terhadap bahasa lokal; jika benar terjadi demikian adalah hal yang lumrah; sebab sampai saat masih banyak orang yang salah menyebut dan menulis tentang nama Manado menjadi Menado.

Walaupun Manado berasal dari bahasa lokal, namun nama Manado diwarisi dari dokumen-dokumen bangsa Eropa. Dalam sejumlah dokumen dicatat bahwa nama Manado ditemukan oleh pelaut bangsa Portugis yang bernama Simao d’Abreu pada tahun 1523. Manado ketika ditemukan oleh Simao d’Abreu bukan pulau yang tak berpenghuni, tapi pulau yang sudah ada penduduknya sejak tahun 1339.

Bangsa Eropa lainnya dari Prancis bernama Nicolaas Desliens mencantumkan nama Manado di peta dunia pada tahun 1541. Kemungkinan Desliens mendapatkan nama Manado dari d’Abreu. Kalau ini terjadi, berarti d’Abreu telah membocorkan informasi rahasia; karena kala itu bangsa Portugis menerapkan politik tutup mulut (Politica de sigilio), artinya semua yang mereka temukan tidak boleh diketahui oleh bangsa Eropa lainnya.

Manado yang dimaksudkan oleh Simao d’Abreu dan Antonio Galvao bukan Manado yang dulunya bernama Wenang, tapi Manado yang kini namanya berganti menjadi Manado Tua. Pergantian nama Wenang menjadi Manado dilakukan oleh orang Spanyol. Menurut Prof. Geraldine Manoppo-Watupongoh, nama Wenang berubah menjadi Manado terjadi pada tahun 1682. Kala itu orang Spanyol menyebut orang Manado pegunungan dengan nama Batasaina, sedangkan Minahasa disebut Bovenland atau Landstreet van Manado.

Sedangkan pejabat kompeni Belanda selama seabad menggunakan sebutan Manado’s Gebied, yang artinya pegunungan atau kawasan Manado untuk daerah Minahasa. Pada abad ke-19 walaupun Manado merupakan bagian dari wilayah Minahasa, namun saat itu Manado merupakan kota utama bagi Minahasa.

Tidak hanya orang Eropa yang memiliki variasi penyebutan nama Manado, sub etnis di Sulawesi Utara pun memiliki nama yang berbeda tentang Manado. Orang Tombulu menyebutnya Manaror; orang Tontemboan menyebutnya Manarow, orang Sangihe menyebutnya Manaro. Dari semua suku di Sulawesi Utara tak satupun yang menyebut Manado mirip dengan apa yang didengar oleh Simao d’Abreu dan Antonio Galvao, yaitu Manada.

Dari berbagai variasi penyebutan nama Manado, yang pasti Manado adalah bahasa lokal di Sulawesi Utara yang hampir punah. Nama Manado yang dikenal saat ini berasal dari kata Manarou atau Manadou, bahasa daerah Minahasa, yang artinya “di jauh,” suatu sebutan yang hampir sama dengan bahasa Sangihe, yaitu manaro, yang artinya juga “di jauh” atau negeri yang jauh.***(Soleman Montori)

2 Comments

  1. Hello! My name is Alex and I stumbled upon your site while doing a quick Google search. Before I get into this, I would like to complement your site on the theme that is currently has, simple yet stylish. Back on topic, I really love the posts and the quality of them, most of the sites that write about the same things that you do are very repetitive and boring. I enjoy reading your posts, keep it up. Guess that’s all I’ll be posting, also, feel free to check out my sons site if you have time (I’m still working on mine, not the smartest in tech haha :P) free dj software or if that doesn’t show up, http://free-dj-software.blogspot.com Keep on blogging! -Alex S.

  2. Hi! I came across this site on Facebook. I am posting to find what theme you’re using
    on this blog, I would like to use the same theme so I can use it on my blog (soundcloud downloader).

    Regards!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*