Kawal Penghentian Pembangunan Gereja GPDI Abraham Karame, KM Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi

Posted by

Pembangunan gedung gereja GPDI Abraham Karame Manado

CSD – Isu pemberhentian pembangunan gedung gereja GPDI Abraham Karame yang berlokasi di Kelurahan Karame Lingkungan I kecamatan Singkil hingga Kamis (30/11-2017) masih berlangsung dan tetap dilaksanakan oleh pihak Gereja pimpinan Pendeta Ferdinan A Malalantang, STh.

Berdasarkan penuturan Pendeta Malalantang dalam pertemuan penyerahan Surat Kuasa pendampingan pembangunan gereja kepada Koalisi Mapalus (KM), Rabu 29 November 2017, disebutkan bahwa pihaknya tetap melaksanakan pembangunan yang direncanakan penyelesaian pada Januari 2018.

“Kami memiliki seluruh persyaratan perizinan untuk melaksanakan pembangunan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga tidak ada penghentian pembangunan gereja Abraham,” kata Malalantang.

Selanjutnya dihadapan perwakilan KM diantaranya Ketua Umum Minae’sa Tou Indonesia (MTI) Donny Lasut, Ketua Umum Puser Minahasa (PM) Jersylee Lumantouw, Ketua Umum Maesa’an Tou Malesung (MTM) Meiyer Tanod, Ketua Umum Benteng Nusantara Pep Steven Kembuan, Panglima PABN Waraney Bobby Mongkau, GMBI Wilter Sulut Howard H Marius, KBN BMI, BASERBU, Solado Borgo, Garda Manguni, Manguni Indonesia, Pendeta Malalantang menyebutkan bahwa pihaknya sangat berharap agar KM dapat memberikan bantuan sekaligus mengawal pembangunan gedung gereja sampai selesai.

“Dengan ini kami memberikan kuasa kepada Koalisi Mapalus agar memberikan pendampingan, sehingga segala sesuatu terkait pembangunan adalah dalam kewenangan KM. Pada kesempatan ini juga kami memohon semua pihak agar tidak terprovokasi dan tidak mengerahkan massa, dan sebagai pendeta di GPDI Abraham, saya mengucapkan terima kasih atas kepedualian semua pihak terhadap kondisi yang ada ketika kami membangun gereja kami. Dan untuk selanjutnya dapat berkoordinasi dengan KM sesuai dengan surat kuasa yang sudah diserahkan,” kata Malalantang.

Pep Steven Kembuan, mewakili KM menyebutkan pihaknya sangat berterima kasih atas kepercayaan pihak GPDI Abraham Karame dan menyatakan siap bersama dengan seluruh LSM/Ormas yang bergabung dalam KM dalam mengawal serta memberikan bantuan dalam pembangunan tersebut, sehingga dapat terlaksanakn sesuai rencana.

“Kami melihat tidak ada alasan pihak manapun untuk menghentikan pembangunan sebuah gereja, apalagi diwilayah tanah Minahasa yang terkenal dengan toleransinya dan kami menjamin gereja ini selesai dan dapat dipergunakan oleh Jemaat dalam beribadah,” kata Peps sapaan akrab Ketum Benteng yang juga seorang pendeta ini.

Koalisi Mapalus merupakan gabungan LSM/Ormas yang telah menyatakan diri dalam persaudaraan yakni KBN BMI melalui Tonaas Nouke Paat, Mina’esa Tou Indonesia (MTI) Donny Lasut, Maesa’an Tou Malesung (MTM) Meiyer Tanod, Puser Minahasa (PM) Jersylee Lumantouw, Waraney (PABN) Panglima Bobby Mongkau, Benteng Nusantara Pep Steven Kembuan, Soldado Borgo Meers Melky Tamara, Manguni Indonesia (MI) Ketua Umum Roger Recky Koraag dan ketua Sulut Hes Sumual, GMBI Wilter Sulut Howard Hendriek Marius, Garda Manguni Roy Warouw, Manguni Esa Carter Lontoh, BASREBU BMI Tonaas Rommy Supit , Laskar Pisok Malesung (LPM) dan Badai Franky Barents, Panglima Gabungan AM dan Laskar Maesa Tonaas Kopero Michael Meidy Manoppo, SE. Bahkan masih ada beberapa akan bergabung dan memantapkan pergerakan untuk stabilitas daerah ini.

 

Editor : Beriel.L

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*