Kata Para Pengamat Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota Indonesia

Posted by

 

CS Daily.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk tim kecil untuk mengkaji wacana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia. Sikap SBY di ujung masa pemerintahannya itu dinilai sebagai bentuk pengalihan isu.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Ibramsjah, mengatakan, SBY yang menduduki posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tengah berupaya memperbaiki citra partai besutannya. Sehingga, pemindahan ibu kota yang telah diwacanakan sejak lama justru direalisasikan saat partai berlambang bintang mercy itu tengah terpuruk.

Ilustrasi : Jika ibukota negara dipindahkan, apakah istana ini juga ikut dipindahkan.

Ilustrasi : Jika ibukota negara dipindahkan, apakah istana ini juga ikut dipindahkan.

“Ini hanya pengalihan isu, lagi pula kalau memang mau memindahkan ibu kota, harusnya sejak dulu, ketika sejak terpilih sebagai presiden pada 2004. Lalu, kenapa mau berhenti (jadi presiden) baru mau dipindahin. Ini kan hanya pengalihan isu Partai Demokrat yang sedang busuk-busuknya,” kata Ibramsjah kepada Okezone, Senin (9/9/2013).

Apalagi, sambung Ibramsjah, pemindahan ibu kota ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, butuh perencanaan matang, bahkan bisa memakan waktu hingga 20 tahun.

“Memangnya pindah rumah, mindahin ibu kota itu butuh waktu panjang, karena pemindahannya juga butuh perencanaan sampai 20 tahun,” tegasnya.

Ingin Dikenang

Disisi lain, Pengamat politik dan kebijakan publik, Andrinof Chaniago, menilai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggulirkan wacana pemindahan ibu kota negara sebagai bentuk kekhawatiran.

Pasalnya, kata Andrinof, selama dua periode atau 10 tahun menjabat sebagai Presiden RI belum meninggalkanlegacy bersejarah.

“SBY risau dengan belum jelasnya legacy bersejarah apa yang dia akan tinggalkan agar generasi yang akan datang mengingat masa pemerintahannya yang menelan waktu 10 tahun,” kata Andrinof saat berbincang dengan Okezone, Senin (9/9/2013).

Pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan masyarakat hanya bisa menunggu realisasi wacana pemindahan ibu kota negara tersebut. Pasalnya, SBY berbicara soal pemindahan ibu kota tidak lebih dari sekadar ungkapan reaktif ketika isu tersebut menghangat.

“Buktinya, setelah hampir tiga tahun sejak SBY pernah mewacanakan tiga opsi pemindahan ibu kota, hingga saat ini tidak ada kemajuan apa pun. Kalau memang SBY sudah membentuk tim kecil, apa salahnya tim kecil itu disuruh maju ke depan supaya orang yang ingin memberi masukan tahu ke siapa masukan harus disampaikan,” tegasnya.

Sebagaiman diketahui, dalam perhelatan ke Rusia, dalam pidatonya Presiden SBY membentuk tim kecil untuk melakukan kajian atas wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain. Hal itu dilontarkan SBY karena mengaku kawatir dengan kondisi Jakarta 30 tahun mendatang.

Rencana pemindahan pusat pemerintahan, kata SBY, sudah dia pikirkan sejak empat-lima tahun lalu. Waktu itu muncul berbagai pemikiran dan debat wacana, tetapi SBY mengaku memilih diam.presiden-susilo-bambang-yudhoyono-_130815182453-191

“Mengapa saya lebih memilih diam, karena kebiasaan di negeri kita ini apa pun kalau muncul ide baru langsung didebat atau disalahkan. Sebaliknya, kalau saya mengatakan tidak perlu kita memikirkan pusat pemerintahan yang baru, tetap disalahkan juga,” kata SBY dalam keterangan pers di Hotel Grand Emerald, St Petersburg, Rusia, Sabtu (7/9/2013), dikutip dari situs www.presidenri.go.id

SBY menilai, pemindahan ibu kota akan menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi Indonesia. Jika Indonesia memiliki kota pusat pemerintahan yang baru, SBY pun yakin kondisi Jakarta akan jauh lebih baik. Meski ibu kota pindah, kata dia, Jakarta tetap akan berfungsi sebagai pusat ekonomi dan perdagangan.

SBY mengaku memikirkan Jakarta untuk 10-30 ke depan, sebagai tugasnya dan tugas presiden-presiden penggantinya kelak. Namun, tegas SBY, untuk melakukan pemindahan itu, butuh pertumbuhan ekonomi yang kuat, merujuk pada pendapatan domestik bruto dan pendapatan per kapita masyarakat.

“Kalau memang tidak ada solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan Jakarta, dan ada urgensi yang tidak bisa ditunda-tunda lagi, tidak keliru kalau kita memikirkan suatu tempat yang kita bangun menjadi pusat pemerintahan yang baru,” jelasnya.

Dianggap SBY sebagai salah satu kisah sukses, Astana baru menjadi ibu kota Kazakhtan pada 1997. Kota ini berpopulasi 775.800 orang dengan luas wilayah 722 kilometer persegi. Saat ini, Astana menjadi kota terbesar kedua di negara yang terletak di Asia Tengah tersebut. Kota terbesar di Kazahtan adalah Almaty, yang juga adalah ibu kota sebelumnya. Alamaty mempunyai penduduk 1.477.564 orang, dengan luas wilayah 324,8 kilometer persegi.

Berkaca pada Malaysia, Turki, dan Australia

Terkait wacananya tersebut, SBY juga memberi contoh sukses negara-negara lain yang memisahkan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi. Dia menyebutkan Turki, Australia, dan Malaysia. “Saya kira banyak contoh di dunia yang dipisahkan (pusat pemerintahan dan ekonomi), tentu ada plus dan minusnya,” kata SBY.

Bila nanti Indonesia memutuskan membangun pusat pemerintahan baru, menurut SBY, harus dipastikan Jakarta akan menjadi kota yang lebih baik. “Pusat pemerintahan yang baru juga dapat berfungsi secara efektif,” ungkapnya.

Putra Jaya merupakan kota yang menjadi pusat pemerintahan Malaysia sejak 1999, menggantikan peran Kuala Lumpur. Di sanalah kantor-kantor pemerintahan berdiri. Namun, gedung parlemen dan kediaman Sultan Malaysia tetap berada di Kuala Lumpur, yang juga berfungsi sebagai pusat ekonomi.

Sementara itu, di Turki, ibu kota negara terletak di Ankara. Kota ini bukan kota yang terbesar di sana. Kota paling besar, terkenal, dan menjadi pusat ekonomi di Turki adalah Istanbul.

Adapun di Australia, Canberra dipilih sebagai ibu kota pada 1908, sebagai kompromi dari rivalitas dua kota terbesar di negeri kanguru itu, Sydney dan Melbourne.(dtc/kcm)

One Comment

  1. Isu nie dah makin meluas di bincangkan .. terima kasih kepada
    admin blog nie… artikel awak menjelaskan hal nie dengan lebih baik…
    tahniah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*