Kapitalisme, Liberalisme, Hukum, Kekacauan.

Posted by

Agus-Jabo-Priyono

Dalam alam liberalisme seperti sekarang ini, hukum seolah-olah menjadi dasar utama yang mengatur setiap persoalan yang muncul.

Bahkan memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan fundamental, UU pun bisa diveto oleh lembaga hukum (MK) ini.

Di atas filosofi dan landasan apa hukum itu ditegakkan? Tentu salah satu sumber utamanya adalah UUD yang berlaku.

Dalam alam kapitalisme, liberalisme, UUD disusun untuk melindungi kepentingan kapital, di atas slogan kebebasan serta persamaan hak.

Negara : legislatif, yudikatif dan eksekutif dengan segala perangkatnya, hanya berfungsi sebagai penjaga malam.

Jika kemudian terjadi gesekan, termasuk di dalam perangkat hukum maupun pihak yang menerima konskwensi hukum, bisa diartikan adanya pertarungan serta persaingan antar para penguasa kapital itu untuk melindungi kepentingannya.

Jadi kekacauan demi kekacauan akan terus terjadi dan tidak bisa dielakkan.

Di atas ribut, hiruk pikuk, gontok-gontokan, memperebutkan posisi untuk mengamankan kapital, di bawah rakyat membanting tulang agar bisa tetap hidup.

Sangat dimengerti mengapa pada tahun 1959, liberalisme ini dikubur melalui Dekrit, selain bertentangan dengan filosofi Pancasila dan cita-cita Proklamasi 1945, juga berakibat sumber daya alam hanya dikuasai segelintir orang, tersingkirnya bangsa Indonesia dari kehidupan, terjadinya kekacauan demi kekacauan, semua itu dengan mengatasnamakan HUKUM!

Liberalisme secara de facto telah melikuidasi Indonesia sebagai negara, karena penguasa sesungguhnya adalah Kapitalis dan Imperialis.

Pilihannya, menghentikan kapitalisme, imperialisme, liberalisme, menjadikan bangsa Indonesia sebagai tuan atas tanah air beserta sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat atau melanjutkan alam liberalisme ini sampai Indonesia benar-benar bubar!

Salam Gotong Royong

Agus Jabo Priyono
Ketua Umum PRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*