Jelang Natal, Tarian Jawa dan Wayang Kulit Ramaikan “Gamelan Christmas Chimes” London

Posted by
Dari Kiri ke kanan: Andrea Rutkowski, Savitri Sastrawan, June Barker dan Ni Made Pujawati (Lila Bhawa Dance Group),  Cathy Paat, Yustia Bird, Elena Lelengboto, Zavira, Tieneke Lintjewas Lugten, Katrina Grossi

Dari Kiri ke kanan: Andrea Rutkowski, Savitri Sastrawan, June Barker dan Ni Made Pujawati (Lila Bhawa Dance Group), Cathy Paat, Yustia Bird, Elena Lelengboto, Zavira, Tieneke Lintjewas Lugten, Katrina Grossi

London, CYBERSULUTdaily.COM – Kelompok musisi “London’s Southbank Gamelan Orchestra” mengadakan acara tahunan “Gamelan Christmas Chimes” Sabtu (13/12 /2014), di The Clore Ballroom at Royal Festival Hall, London.

Acara tersebut berlangsung dari pukul 1 siang sampai 6 malam.

Sebagian besar anggota kelompok musisi yang tampil pada acara ini adalah warga Inggris. Mereka dengan terampil mengiringi tarian Jawa dengan Tarian pembukaan “Gambyong Pareanom” yang dibawakan oleh penari Ni Made Pujawati, Andrea Rutkowski, Savitri Sastrawan dan June Barker dari kelompok penari Lila Bhawa dilanjutkan dengan Tarian “Srimpi Ludira Madu”.

Lila Bhawa adalah kelompok penari khusus untuk tarian Jawa dan Bali yang didirikan oleh Ni Made Pujawati di London pada tahun 2001.

Setelah pagelaran Tarian selesai, acara ini dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Anoman Obong” atau Hanoman Terbakar dari Ramayana Saga oleh Dalang Ki Sujarwo Djoko Prehatin dan diiringi oleh kelompok musisi London’s Southbank Gamelan Orchestra serta musisi dari ISI Surakarta yang ikut membantu penampilan gamelan Southbank.

Dialog Pagelaran Wayang Kulit tersebut disampaikan dalam Bahasa Jawa dan Inggris. Lama pagelaran yang biasanya berlangsung satu malam, pada acara ini hanya berlangsung selama dua jam.

Pagelaran Wayang Kulit dan Tarian Jawa yang digagas oleh Kelompok musisi London’s Southbank Gamelan Orchestra tersebut, berhasil menarik perhatian ratusan orang yang datang, tidak hanya orang tua melainkan juga remaja dan anak-anak.

Dino Kusnadi, Minister Counsellor Information and Socio-Cultural Affairs di KBRI London mengatakan sebagai warga Indonesia sangat bangga dapat melihat musik tradisi Indonesia dimainkan oleh orang asing dan digemari juga oleh penduduk lokal.

“Gamelan adalah bukan hanya warisan kebudayaan bangsa Indonesia tetapi sudah menjadi warisan kebudayaan Dunia,” ujar Dino Kusnadi (Cathy Paat)

One Comment

  1. Pingback: Lila Bhawa @ Southbank Centre Gamelan Christmas Chimes 2014 | Lila Bhawa Indonesian Dance UK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*