Ditinggal Penduduk, Sego Jadi Kota Hantu di AS

Posted by
Hotel di kota Sego yang terbengkalai. (Foto : utah.gov)

Hotel di kota Sego yang terbengkalai. (Foto : utah.gov)

CYBERSULUTdaily.COM – Ada satu kota hantu yang ditinggalkan penghuninya di AS. Kota itu punya nama yang cukup unik bagi telinga traveler asal Indonesia. Nama kotanya yaitu: Sego.

Ya, kota bernama Sego ini sungguhan ada di AS. Sego dalam bahasa Jawa berarti Nasi. Namun Kota Sego di AS bukanlah kota produsen nasi ataupun beras, melainkan kota pertambangan.

Bila liburan ke negeri Paman Sam dan penasaran akan kota ini, traveler bisa langsung menuju ke negara bagian Utah. Di sana, Kota Sego ada di wilayah Grand County, sekitar 3,5 jam naik mobil dari Slat Lake, ibukota negara bagian Utah.

Dirangkum dari beberapa sumber, Rabu (14/9/2016), Kota Sego ini punya sejarah yang cukup panjang, sebelum ditinggalkan penghuninya dan sekarang menjadi kota hantu. Sejarah Kota Sego dimulai pada tahun 1910.

Pada tahun 1910-1955, Kota Sego mulai dihuni oleh penduduk. Itu karena booming pertambangan batubara yang ada di kota tersebut. Jalur kereta Ballard Thompson sampai dibangun di kota itu, untuk mengangkut hasil tambang dari dan menuju kota itu.

Kota Sego ini memang diinisiasi oleh pengusaha batubara bernama Henry Ballard. Lambat laun kota ini mulai ramai oleh penduduk. Hasil tambangnya pun melimpah. Sampai datang tawaran dari pengusaha lain bernama B F Bauer untuk mendirikan American Fuel Company di Kota Sego.

Sego pun menjadi pendulang emas dan pundi-pundi uang bagi para penduduknya. Namun di balik itu semua, ada beragam masalah yang mendera Kota Sego. Salah satunya yaitu ketersediaan air yang membuat tambang kota ini jadi tidak maksimal dalam beroperasi.

Namun lama kelamaan, produksi batubara di Kota Sego mulai menurun. Dampaknya mulai terasa dengan berkurangnya pegawai perusahaan dari yang semula 150 orang, jadi sekitar 27 orang, sampai ditutupnya jalur kereta api di Sego pada tahun 1950.

Hal itu makin diperparah dengan adanya kebakaran besar yang menimpa Kota Sego, sebanyak 2 kali. Kota Sego pun menjadi lumpuh, dan itu masih ditambah lagi beralihnya bahan bakar kereta api, yang semula menggunakan batubara, berubah menjadi mesin diesel. Otomatis harga batubara menjadi anjlok dan tidak lagi jadi primadona.

Akhirnya, pada tahun 1950 Kota Sego secara resmi benar-benar ditinggalkan oleh penduduknya. Sego menjadi kota hantu, kosong melompong tanpa penghuni. Bangunan-bangunan di Kota Sego ditinggalkan begitu saja, rusak, tanpa ada yang mau mengaku menjadi pemiliknya.

Kini Kota Sego hanya tinggal puing-puingnya saja. Traveler bisa melihat sisa-sisa kejayaan Kota Sego lewat bangunan-bangunan ala dunia Western koboi yang masih tersisa.

 

 

 

Sumber : detiktravel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*