Diskusi Akhir Tahun, Alumni UGM di Manado Tantang JIPS Kawal Pembangunan Desa

Posted by

Diskusi akhir tahun Alumni UGM di Manado bersama Jurnalis Independent Sulut.

CSD – Insan pers yang ada di Sulawesi Utara ditantang untuk bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan pemerintah desa, sehingga anggaran yang dikucurkan ke pedesaan bisa terserap dengan baik sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Demikian hal tersebut terungkap dalam diskusi akhir tahun Jurnalis Independen Sulawesi Utara (JIPS) bersama Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) di Manado (KAGAMA), Jumat (29/12/2017) di ruang FJ Tumbelaka kantor Gubernur Sulut.

“Berbicara peran pers dalam pembangunan, pers ditantang untuk punya peran dalam pembangunan desa. Artinya bagaimana pers ikut terlibat di setiap musyawarah desa dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Desa setiap tahun,” ujar Alumni UGM di Manado, Welly Waworundeng.

Menurut Welly, beberapa tahun terakhir mayoritas dana desa tidak terserap dengan baik sesuai manfaat dan kebutuhan masyarakat.

“Mayoritas dana desa tidak terserap dengan baik selama 3 tahun belakangan ini, sehingga diharapkan peran pers membantu pemerintah dan masyarakat baik dalam penyusunan pembahasan APBDes hingga pengawasan di lapangan,” terang Welly.

“Jadi menurut saya, hanya pers dan Perguruan Tinggi (PT) yang bisa ikut berperan dalam pembangunan 1505 desa yang ada di Sulut, karena Pemerintah maupun DPRD Kabupaten hingga masyarakatnya tak mungkin bisa saling mengawasi pembangunan di desa,” pungkasnya.

Disisi lain, Taufik Tumbelaka yang juga Alumni UGM di Manado menegaskan bagaimana insan pers bisa menjaga marwah profesi tersebut.

“Tugas terberat adalah menjaga marwah profesi jurnalis itu sendiri, jangan sampai tercoreng oleh oknum jurnalis “Abal-Abal” yang nantinya akan merusak citra insan pers,” tegas Taufik

Taufik pun berharap, insan pers yang ada di Sulut tetap mempertahankan adagium pers sebagai pilar demokrasi keempat (the fourth estate).

“Tegakanlah fourth estate karena pers adalah penjaga kewarasan demokrasi dan membangun peradaban (Humanizing Development),” tutup Taufik.

Tampak hadir dalam diskusi tersebut, Jemmy Kumendong mewakili Pemerintah provinsi Sulut, Jurnalis Senior Raymond Pasla, akademisi dan para Jurnalis Independent Sulut (JIPS).

 

 

 

Penulis : Christy Lompoliuw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*