Dipenuhi Sampah, Bali Jadi Sorotan Dunia

Posted by

Turis di antara sampah plastik (Sonny Tumbelaka/AFP)

CSD – Bali sudah tersohor sebagai salah satu surga di Indonesia. Namun kini, wajah cantik Bali penuh sampah. Deklarasi ‘darurat sampah’ disematkan untuk Bali.

Diintip dari berbagai sumber seperti News Australia dan AFP, Selasa (2/1/2107) Bali kini dinilai penuh sampah. Garis pantai tercemar karena tertutup sampah. Sedotan plastik, makanan kemasan bertebaran di antara pasir. Sementara, para turis yang ingin menikmati pantai jadi telihat tidak nyaman.

“Saat saya mau berenang, itu tidak terlalu bagus. Saya melihat banyak sampah di sini setiap hari, setiap saat. Sampah datang lautan, itu benar-benar mengerikan, “kata penjelajah Austria, Vanessa Moonshine.

“Orang-orang dengan seragam hijau mengumpulkan sampah untuk memindahkannya tapi keesokan harinya saya melihat situasi yang sama,” kata Claus Dignas, seorang Jerman yang mengklaim bahwa dia melihat lebih banyak sampah dengan setiap kunjungan ke pulau itu.

Masalah sampah plastik telah jadi masalah selama bertahun-tahun. Dampaknya pun parah, mulai dari menyumbat saluran air di kota, meningkatkan resiko banjir, dan melukai atau membunuh hewan laut yang tertelan sampah plastik atau bahkan terjebak.

“Mikroplastik dapat mencemari ikan yang, jika dimakan manusia, dapat menyebabkan masalah kesehatan termasuk kanker,” kata I Gede Hendrawan, peneliti oseanografi lingkungan dari Universitas Udayana Bali.

Bukan hanya Kuta, Seminyak dan Jimbaran pun ikut ternoda dengan adanya sampah plastik. Garis pantai sepanjang 6 km itu kini terlihat menyedihkan.

Saat ini Bali mengerahkan 700 pembersih dan 35 truk untuk membuang sekitar 100 ton puing sampah plastik setiap hari ke tempat pembuangan sampah di dekatnya.

Sebagai bagian dari komitmennya, pemerintah telah berjanji untuk mengurangi limbah plastik laut sebesar 70 persen pada tahun 2025.

Sebuah perusahaan berencana untuk meningkatkan layanan daur ulang, mengurangi penggunaan kantong plastik, meluncurkan kampanye pembersihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, skala masalah yang dihadapi Indonesia sangat besar, karena populasinya lebih dari 250 juta orang dan infrastruktur pengolahan limbah masih buruk.

I Gede Hendrawan, yang mengatakan bahwa penduduk setempat dan wisatawan bertanggung jawab atas masalah sampah di pulau itu, mendesak pihak berwenang untuk menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk mengatasi masalah tersebut.

“Pemerintah Bali harus meluangkan lebih banyak anggaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurus sungai setempat, bukan untuk membuang sampah. Pemerintah pusat harus meningkatkan kampanye untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik dan melarang kantong plastik gratis di toko yang nyaman,” ungkapnya.

 

 

 

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*