Dinas PU Sulut Tidur Saat Irigasi Bolmong Dirusak, Sekprov Silangen Dinilai Gagal!

Posted by
Julius Jems Tuuk

Julius Jems Tuuk

Manado, CYBERSULUTdaily.COM – Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Silangen dinilai gagal dalam membina sekaligus mengontrol kinerja bawahannya.

Hal tersebut ditegaskan personil Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Sulut Julius Jems Tuuk terkait kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut yang dianggap tidur, ketika irigasi pertanian yang dibangun negara dengan anggaran miliaran rupiah di Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolmong dirusak.

“Beliau gagal dalam mengawasi anak buahnya. Seharusnya Dinas PU prihatin dengan pengrusakan irigasi di Desa Bolangat Sangtombolang. Ini justru Dinas PU Sulut tidur, kemana saja mereka saat selama dua tahun PT KKI merusak irigasi yang dibangun negara,” kesal Tuuk melalui telepon selular, Selasa (30/5/2017).

Lanjut dikatakan Tuuk, kinerja Dinas PU Sulut sudah menunjukan wajah asli mereka dimana hanya bekerja disaat ada proyek, sementara urusan pengawasan diabaikan.

“Inilah wajah PU Sulut, disaat pengawasan yang mungkin uangnya sudah tidak ada maka jadi malas. Ini juga sudah tentu suatu bentuk kegagalan dari Sekprov Sulut Edwin Silangen,” tegas Tuuk.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Sulut Steve Kepel saat dikonfirmasi tindak-lanjut atas pengrusakan tersebut mengaku sudah mengutus tim untuk tinjau lokasi.

“Besok, dari Dinas PU akan meninjau langsung ke lokasi soal laporan pengrusakan tersebut. Kalau memang terbukti adanya unsur pengrusakan maka akan kita lanjutkan ke ranah hukum,” ujar Kepel melalui telepon selular, Selasa (30/5/2017).

Pernyataan tersebut berbeda saat dikonfirmasi wartawan sebelumnya, Senin (29/5/2017) dimana Steve Kepel dengan entengnya mengatakan kalau urusan tersebut merupakan kewenangan dari penegak hukum untuk menindak-lanjutinya.

“Namanya pengrusakan itu artinya kriminilitas, sudah jelas itu urusan aparat penegak hukum untuk menindak-lanjutinya,” elak Kepel sembari membantah kalau adanya permainan belakang instansi yang dipimpinnya dengan PT Karunia Kasih Indah (KKI) yang diduga sebagai pelaku pengrusakan.

“Tidak, irigasi kok milik dinas PU mana dibiarkan dirusak, justru masih banyak daerah irigasi yang terus diupayakan untuk diperbaiki,” tandas Kepel.

Diketahui, PT KKI yang mengklaim sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di lahan seluas 10 Hektar tersebut, telah melakukan alih fungsi dari lahan pertanian (Sawah) menjadi Perkebunan (Kelapa Sawit). Tidak sampai disitu, PT KKI juga diduga sebagai pelaku pengrusakan irigasi yang dibagnun negara dengan total anggaran sekira Rp 12 Miliar.

 

 

 

 

Penulis : Christy Lompoliuw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*