Dihearing DPRD Sulut, RS Kandou Malalayang Akui Kepuasan Pelayanan Baru 80 Persen

Posted by
Hearing Komisi IV bersama RS Kandou Malalayang dan BPJS.

Hearing Komisi IV bersama RS Kandou Malalayang dan BPJS.

Manado, CYBERSULUTdaily.COM – Menindaklanjuti keluhan masyarakat atas pelayanan Rumah Sakit (RS) Prof Kandou Malalayang yang kurang memuaskan, Senin (3/10/2016), Komisi IV Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Sulut memanggil hearing pihak RS yang dipimpin oleh Maxi Rondonuwu.

Dalam hearing yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV James Karinda, ikut dihadiri personil Komisi II Billy Lombok yang pernah merasakan pelayanan yang mengecewakan dari RS Kandou Malalayang, dimana Ibunda dari Billy Lombok mendapatkan penanganan medis yang tidak memuaskan dari pihak RS.

Ungkapan kekecewaan pun langsung dilontarkan Lombok yang menyayangkan pelayanan dari RS Kandou Malalayang seakan tidak berprikemanusiaan.

“Pelayanan tidak memuaskan dialami oleh Mami saya, mulai dari penanganan medis hingga atap bocor yang airnya berjatuhan tepat di perut mami. Inikah pelayanan yang diberikan oleh RS tipe A, tidak menutup kemungkinan akan ada Hermin (Ibunda Billy Lombok), Hermin yang lain yang tidak diketahui atau akan dialami kedepan nanti,” tegas Lombok.

Tidak hanya Lombok, seluruh personil Komisi IV bahkan ikut mengecam pelayanan RS Kandou diantara lain terungkap tidak adanya keramahan perawat terhadap pasien maupun keluarga. hingga adanya laporan pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ada perawat yang suka membentak keluarga pasien yang sedang kritis, itu nantinya kondisi pasien bisa bertambah kritis,” ujar personil komisi IV Lucia Taroreh.

“Kinerja para pegawai hingga perawat yang kasar harus diawasi. Semua pasien datang ke RS untuk mencari kesembuhan, kalau hanya untuk mati lebih baik di rawat di rumah saja dan tidak mengeluarkan biaya. Ingat, berikut anda juga akan sakit dan meninggal,” tambah anggota Komisi IV Yongki Limen.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi IV Inggried Sondakh menyoroti informasi adanya pungutan liar di RS Kandou Malalayang.

“Tolong diselidiki adanya informasi pungutan liar di RS Kandou, serta perlu diperhatikan juga Dokter muda yang masih belajar dan belum layak,” ujar putri mantan Gubernur Sulut Alm A.J Sondakh ini.

Menanggapi berbagai serangan Komisi IV tersebut, Dirut Prof Kandou Malalayang Maxi Rondonuwu mengakui semua apa yang dituding oleh Komisi IV tersebut dan meminta maaf kepada keluarga besar Billy Lombok yang telah mengalami pelayanan yang kurang memuaskan.

“Mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar pak Billy Lombok serta semua pasien yang telah mengalami pelayanan yang tidak memuaskan. Kami akui kepuasan pasien atas pelayanan kami baru 80 persen dan setiap hari saya juga menerima berbagai sms keluhan,” ungkap Rondonuwu.

“Untuk pungli memang ada karena ada oknum yang meminta uang uang berkedok biaya foto copy, sehingga saat ini kami langsung adakan alat fotocopy,” tambah Rondonuwu.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BPJS yang turut diundang melalui Kepala Cabang Manado Greisty Borotoding menegaskan, peserta BPJS tidak dikenakan biaya obat tambahan dan pembatasan pemakaian ruangan.

“Pasien berhak mendapat pelayanan dan semua obat yang harus ditebus pasien ditanggung oleh kami,” ujar Greisty.

Menutup hearing tersebut, Ketua Komisi IV James Karinda memberikan waktu 2 bulan bagi RS Kandou untuk melakukan pembenahan dan akan diawasi langsung oleh Komisi IV.

“Apa yang sudah terungkap tadi harus segera dibenahi, jika pelayanan masih belum ada perubahan maka akan kami bawa ini ke Kementerian Kesehatan untuk ditindak- lanjuti,” pungkas Karinda.

 

 

 
Penulis : Christy Lompoliuw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*