Berziarah ke Wisata Religi Makam Tuanku Imam Bonjol di Minahasa

Posted by

 

Istimewa

Istimewa

 

CYBERSULUTdaily.COM – Jika berada di Kota Manado, tak ada salahnya jika kita mengunjungi ataupun berziarah ke Makam salah satu Pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol, yang hingga kini menjadi andalan lokasi religi di Sulut.

Lokasi makam Imam Bonjol berada di pinggiran Kota, tepatnya di desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Dari Manado perjalanan hanya akan memakan waktu sekitar setengah jam dengan jarak tempuh 9 km dari pusat Kota.

Saat berkunjung anda pertama kali akan menemui Masjid Imam Bonjol yang keseharian digunakan masyarakat muslim setempat untuk melangsungkan Sholat berjamaah terlebih saat Bulan Ramadhan berbagai kegiatan diantaranya Tadarusan dan dakwah Majelis digelar dislokasi itu.

Memasuki lokasi makam, halaman yang luas dengan pemandangan taman yang asri menyambut kehadiran setiap pengunjung. Tak lama menaiki anak tangga pengunjung akan tiba di bangunan utama makam berwarna putih dengan arsitektur khas minang lengkap dengan atap bagonjong.

Dalam bangunan tersebut makam ulama yang sangat ditakuti penjajah Belanda ini berada dikelilingi rantai pembatas makam sang pemimpin kaum paderi terbuat dari keramik putih memberi kesan kesucian jiwa sang Pahlawan. Batu nisan yang terdapat di bagian kepala makam tertulis Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin bergelar Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional, lahir tahun 1774 di Tanjung Bungo, Bonjol, Sumatra Barat.

Istimewa

Istimewa

Beliau wafat tanggal 6 November 1854 di Lota, Minahasa dalam pengasingan pemerintah kolonial Belanda karena berperang menentang penjajahan untuk kemerdekaan tanah air, bangsa dan Negara.

Sementara, di bagian dinding bangunan terdapat lukisan tuanku imam bonjol sedang mengangkat pedang di atas kuda putih, terdapat beberapa makam tua pengikut pahlawan asal Minangkabau ini di sisi kiri bangunan utama. Di bagian belakang bangunan, 100 meter menuruni anak tangga, terdapat sebuah batu dengan permukaan landai yang merupakan tempat shalat sang ulama. Tak jauh dari batu tersebut ada sebuah sumur kecil, tempat mengambil air wudu, lokasi ini berada tepat di pinggir sungai Timor.
Menariknya di atas batu terdapat bekas jejak kaki berukuran besar yang diyakini merupakan jejak kaki salah satu penyiar agama islam di tanah air ini. Sayangnya, kondisi bangunan pelindung terlihat memprihatinkan dan butuh perhatian pemerintah.

Makam imam bonjol ini, ternyata menyimpan cerita mistis, terkadang beberapa pengunjung yang datang melakukan ritual khusus saat malam umat, kerap mendengar ringkikan kuda dan melihat sosok berjubah. Bahkan sepasang ular besar kerap terlihat di tempat Shalat tuanku imam bonjol ikut menjadi bagian cerita mistis dilokasi ini.

Suasana di lokasi bekas tempat Shalat pahlawan dari ranah minang ini, terasa lebih dingin dan sepi, dimana di sekitar bangunan pelindung, pepohonan dan bambu liar khas pinggiran sungai tumbuh lebat menambah dingin suasana.

Nah anda penasaran ingin berkunjung sekalian ziarah, tidak ada salahnya anda menyempatkan waktu bersama keluarga, ke lokasi ke makam pejuang asal ranah Minang ini.(csd/dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*