Baru Tahu UU Tentang Jalan, Syahrini Minta Maaf Foto di Bahu Jalan Tol

Posted by

Syahrini (Istimewa)

CSD – Pasca berfoto di bahu jalan tol Surabaya dan terancam hukuman kurungan maksimal 18 bulan penjara, Syahrini meminta maaf karena dirinya merasa sebagai salah satu masyarakat yang awam terhadap peraturan Undang-Undang.

Melalui kejadian tersebut, mantan rekan duet Anang Hermansyah itu baru mengetahui bahwa terdapat Undang-Undang Nomor 38 tentang jalan.

“Mohon maaf kalau Inces salah sebelumnya, karena aku tidak mengetahui dan awam terhadap Undang-Undang itu. Ternyata ada Undang-Undangnya mengenai aturan di jalan, kalau tidak darurat atau tidak ada masalah yang signifikan tidak boleh berhenti,” ungkap Syahrini pada video yang diunggah di Youtube.

Sebelumnya, Syahrini hanya mengetahui kalau tindakannya salah jika berhenti di bahu jalan tol ketika terjadi kecelakaan beruntun, kemacetan yang panjang, dan mengganggu lalu lintas.

Kendati demikian, pelantun lagu Sesuatu itu menjelaskan kalau saat berhenti dan berfoto di bahu jalan keadaan lalu lintas tengah sepi dan lancar.

“Dan yang melanggar menurut pemahamanku ya dan manajemen, ketika terjadinya kecelakaan beruntun di sana, atau kemacetan yang bertubi-tubi manja di belakang,” paparnya.

“Kemudian menimbulkan menggangu lajunya lalu lintas di jalanan tol hari itu. Bisa dilihat di CCTV kalau laju lalu lintas sedang lancar dan betul-betul sepi,” tambah Syahrini.

Selain meminta maaf, Syahrini pun menjadikan kejadian ini sebuah pembelajaran untuk dirinya dan juga manajemen. Ia juga tidak menyangka kalau foto yang diunggahnya menjadi sorotan dan pemberitaan di berbagai media.

“Nah tapi ini jadi pembelajaran juga buat aku karena aku diinformasikan juga oleh manajemen, katanya melihat banyaknya komen di sosial media dan pemberitaan di televisi. Sebenarnya peraturan berhenti mendadak di bahu jalan, aku pun tidak mengetahuinya bapak-bapak Jasamarga,” tutupnya.

 

 

 

Sumber : okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*