BUMD Perlu Diberdayakan Untuk Kendalikan Kenaikan Cabe di Sulut

Posted by

Manado, CYBERSULUTdaily.COM – Kenaikkan harga cabe (rica) belakangan ini yang mencapai kisaran Rp 80.000 hingga 100.000 per kilogram disinyalir karena adanya permainan spekulan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Johanis Panelewen kepada CYBERSULUT, Selasa (15/4/2014).

Johanis Panelewen

Johanis Panelewen

“Kenaikan harga cabe karena ada permainan spekulan serta cabe yang ada di Sulut dialihkan atau dijual ke pulau Jawa, mengingat bencana banjir beberapa waktu lalu yang melanda pulau jawa,” ungkap Panelewen.

Lanjut dikatakannya, sebetulnya perlu ada suatu regulasi untuk mengendalikan kenaikkan harga cabe, yaitu dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Sebetulnya perlu diberdayakan BUMD Sulut atau kelompok-kelompok tani yang sudah mapan. Dimana kita buatkan suatu regulasi yang mengatur penjualan dan pembelian suatu komoditi seperti cabe oleh BUMD, nantinya kita dukung dengan membangun ruang-ruang pendingin supaya komoditi tersebut bisa bertahan hinga berminggu-minggu,” terang Panelewen.

Ditambahkannya, dengan adanya regulasi tersebut maka selain cabe komoditi lainnya juga bisa dikendalikan.

“Kalau regulasi tersebut terbentuk, kita tidak akan digejolakan dengan kenaikkan harga satu komoditi saja. Seperti cabe dan bawang merah yang setiap tahun bergejolak harganya,” tandas Panelewen. (Christ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*